English: my typewriter

English: my typewriter (Photo credit: Wikipedia)

[stag_intro]Sebuah Konten Yang Menyebar Seperti Virus di Social Media Itu Bukan Kebetulan. Virus Itu Diciptakan.[/stag_intro]

[stag_dropcap font_size=”50px” style=”normal”]P[/stag_dropcap]ernahkah Anda, ketika sedang asyik berjalan kemudian terhenti sesaat setelah membaca judul artikel sebuah surat kabar di kios yang kebetulan Anda lewati?

Mari kita ulangi adegan tadi.

Kali ini dengan gerak lambat.

Anda sedang sibuk berjalan menuju suatu tempat. Pikiran Anda penuh dengan hal-hal yang ingin Anda
lakukan pada saat itu. Mungkin Anda juga sedang bermain handphone atau sedang mendengarkan musik.

Tapi tunggu. Apa itu?

Ada sesuatu yang sangat menarik perhatian Anda. Ya, tiba-tiba sesuatu itu membuyarkan lamunan Anda.
Tanpa Anda sadari hal tersebut menghentikan Anda, dan menarik Anda mendekat. Seperti magnet.

Anda membaca judulnya.

Kemudian kalimat pembukanya, terus sampai paragraf pertama dan tahu-tahu Anda sudah melanjutkan perjalanan Anda dengan surat kabar itu.

Yang terjadi adalah, Anda tidak memiliki rencana membeli surat kabar apa pun tapi sebuah tulisan yang menarik berhasil membuat Anda melakukannya. Artikel ini saya tulis tentang cara menghasilkan efek yang sama untuk tulisan blog Anda.

Headline Yang Membuyarkan Lamunan

Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Apa yang membuat orang lain dengan senang hati membagikan tulisan Anda dengan teman-temannya?

Yang di-share bukanlah postingan pada blog Anda. Mungkin isi artikel Anda yang menggerakkan pembaca untuk membagikannya, tapi pada akhirnya yang sebenarnya dilihat oleh orang lain adalah headline atau judul. Karena itulah yang pertama kali dilihat oleh pembaca Anda dan juga muncul pada hasil pencarian.

Tentu saja kita semua tahu, bahwa judul yang bagus akan memberi kesempatan yang lebih besar supaya sebuah artikel menjadi menarik.

Tapi terlalu sedikit yang tahu bahwa cara terbaik untuk memunculkan ide tulisan adalah untuk memulainya dari judul.

Lho kok gitu?

Headline adalah janji Anda kepada pembaca. Hal ini akan membuat Anda menulis untuk memenuhi janji dan membuat tulisan Anda lebih terstruktur, rapi dan punya pengaruh kuat. Jika Anda menulis isi artikel terlebih dahulu dan menulis headlinenya belakangan, sama saja seperti berusaha menepati janji yang tidak Anda buat.

 

Bagaimana Menulis Headline yang Membuat Pembaca Anda Mengangkat Alis?

Berikut beberapa hal yang akan membantu headline Anda agar lebih menarik:

Headline dengan panjang 8 kata 21% tampil lebih baik dari rata-rata.

Menggunkan tanda kutip akan menambahkan tingkat click-through-rate (rasio antara munculnya tulisan Anda dengan jumlah klik calon audiens, sering disingkat CTR).

Adanya gambar akan melejitkan jumlah klik sebanyak 27%, jadi gunakan gambar yang menarik pada setiap platform yang Anda miliki.

Judul Posting berisi daftar (cth: “7 Langkah Agar Mobil Anda Lebih Irit BBM”) juga disarankan. Dan angka ganjil 20 persen lebih baik jika dibandingkan dengan angka genap. Bagaimana pun, angka “10” masuk dalam pengecualian (“10 Cara Agar Penampilan Anda Disukai Atasan dan Klien“)

Headline yang diakhiri dengan tanda tanya juga bagus. Lebih bagus lagi jika Anda mengikutsertakan pembaca Anda di dalamnya dengan “Anda” atau “Milik Anda” (Ingin Masa Tua Anda Mandiri Secara Keuangan?)

Headline yang diakhiri dengan tiga tanda seru mendapatkan dua kali klik lebih banyak dibandingkan dengan headline yang diakhiri dengan tanda baca lain!!! Tentu saja, Anda tidak bisa melakukan ini sering-sering!!! Anda akan kehilangan kredibilitas Anda!!! Tapi jika Anda ingin menggunakan tanda seru pada judul, pastikan gunakan tiga sekaligus daripada satu!!!

 

Taktik Rahasia Yang Dilakukan Oleh Top Blogger Dunia

Sebuah studi keren yang dilakukan oleh Startup Moon dalam “The Dark Science Of Naming Your Post : Based On Studying 100 Blogs membagikan tentang taktik penulisan judul yang digunakan oleh Top 20 % blogger di dunia.

Startup Moon meneliti blog tentang teknologi, tapi beberapa postingan yang paling sukses menggunakan kata-kata seperti “kill,” “fear,” “dark,” “bleeding,” dan “war.” Sepertinya kata-kata kasar memang menarik perhatian, bahkan jika topiknya bukan tentang kekerasan sekali pun. (Indonesia Terjepit Antara Perang Mata Uang Cina-Amerika)

Menggunakan bentuk negatif cenderung lebih berhasil. Kata-kata seperti “tanpa,” “tidak,” dan “stop” muncul dalam banyak postingan terbaik di internet. Kata-kata superlatif (tingkat perbandingan teratas) negatif seperti “tidak pernah” dan “terburuk” tampil 59% lebih baik daripada superlatif positif.

Hal tersebut mungkin disebabkan oleh sifat takut dalam diri manusia. Kita akan lebih memperhatikan jika sesuatu disampaikan dalam bingkai pikiran “menghindari kerugian”daripada untuk mendapatkan keuntungan. “5 Hal Terburuk Bisa Terjadi Jika Smartphone Anda Kemalingan” vs “5 Aplikasi Terbaik 2015 Untuk Smartphone Anda

Jelas bahwa orang suka untuk melihat angka pada headline Anda. Tapi bukan hanya untuk posting berbentuk daftar saja (list post). Angka apa pun sepertinya menambahkan kredibilitas pada headline dengan membuatnya lebih spesifik. Semakin besar angkanya semakin baik, karena terkesan lebih dramatis.

Jangan gunakan kata-kata, tampilkan saja dalam digit. Unit waktu juga membantu, mungkin karena Anda mengindikasikan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari sesuatu. (Dalam 3 Menit Anda Akan Tahu Rahasia Terbesar Wanita)

Panduan juga sangat baik. Menggunakan kata-kata seperti “pengenalan,” “untuk pemula,” “dalam 5 menit,” dan “DIY” akan membantu CTR Anda.

Mengaitkan Headline Anda dengan merek terkenal dan topik yang sedang panas juga membantu, bahkan jika artikel Anda hanya menggunakan topik atau merek tersebut secara metafora untuk membandinkannya dengan hal lain yang sama sekali berbeda. “Buat Blog Anda Terkenal Seperti Coca-cola Dalam 5 Menit

Beberapa kata lain yang juga bisa membantu: cerdas, mengejutkan, ilmiah, sejarah, hacking, besar, kritis. Dan ada juga kata-kata yang tampaknya tidak membantu: memperkenalkan, menang, merayakan, bertumbuh.

Bajak Emosi Audiens Anda

Seseorang berbagi karena emosi mereka terpengaruh ketika melihat atau membaca suatu konten.

Ada 2 jenis emosi: yaitu positif dan negatif.

contoh:
Share karena emosi positif
fans barcelona, ketika melihat jagoan nya juara liga, perasaan mereka seneng bukan main dan mereka akan share berita kemenangan jagoannya dan gak berhenti berhenti ngomongin tentang topik itu.

Share karena emosi negatif
orang yang berjiwa nasionalis, membaca kebijakan2 buruk yang dilakukan oleh pemerintah, mereka merasa marah, lalu mereka share konten tsb, dan gak berhenti berhenti ngomongin tentang topik itu.

Prinsipnya adalah: “when we care, we share“.

Kita lihat bahwa emosi positif dan negatif sama2 membuat sebuah konten jadi viral. Saran saya: terlalu banyak orang-orang yang tidak bahagia di dunia ini. Dan sudah terlalu banyak orang yang memanfaatkan ide ini, “hal yang paling menarik perhatian manusia adalah tragedi yang dialami manusia lain”.

Jika Anda bisa memberikan kebahagiaan dalam tulisan Anda. Lakukanlah itu.
Anda telah menolong mereka untuk tersenyum walau hanya sesaat. Dan mereka akan mengingat Anda akan hal tersebut.

Sumber:
http://hot.yukbisnis.com/artikel-menarik-tips-trik/
http://www.copyblogger.com/boring-topic-content-marketing/
https://www.facebook.com/notes/yudhis-adi-nugroho/cara-mencari-dan-mem-viral-kan-konten/10153177054326217
http://www.startupmoon.com/the-dark-science-of-naming-your-post-based-on-studying-100-blogs/

Artikel ini bermanfaat?

Dengan membagikan artikel ini, Anda telah berbuat kebaikan yang tidak akan bisa saya balas.