Tentang Shiq4

Jika Anda seorang blogger Indonesia, kemungkinan Anda mengenal sosok blogger yang bernama Shiq4 (dibaca Shiqa). Atau mungkin juga tidak. Tapi itu tidak penting.

Jujur, saya sendiri tidak pernah sekalipun bertemu muka dengannya atau bahkan untuk sekedar chatting di whatsapp group.

Tapi saya benar-benar ingin menulis tentang dia.

Tentang apa yang telah dia berikan kepada teman-teman blogger, yang membuat saya belajar bagaimana agar tetap bersemangat untuk ngeblog.

Shiq4 memang bukan blogger yang terkenal seperti youtuber-youtuber dengan jutaan subscriber.

Bukan.

Namun saya yakin.. tulisan-tulisannya telah menyentuh hati pembaca.

Tidak banyak yang menulis seperti dia menulis.

Saya sudah mengikuti blognya selama kira-kira 2.5 tahun.

Ketika itu salah satu tulisannya, “Bingung Mau Nulis Apa? Ini Jawabnya” menjadi salah satu bahan riset sebelum saya menulis tulisan dengan judul yang mirip.

Oh… betapa hati ini berbunga-bunga ketika tahu bahwa tulisan dengan keyword “bingung mau nulis apa” tersebut bisa muncul di halaman pertama.

Berdampingan dengan tulisan Shiq4.

Baru-baru ini saya mengunjungi blog Shiq4 setelah lebih dari setahun tidak menengoknya.

“Hey, ada beberapa postingan terbaru. Oke, mari kita baca.”

Tapi tunggu…

Ada yang janggal.

Postingan terbaru di blog tersebut membuat saya bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Izinkan saya menjelaskannya…

Shiq4 pernah berkata betapa menulis membuatnya bahagia (terbayang dia tersenyum hangat ketika menulis blog, karena dia yakin akan manfaat yang didapat oleh para pembaca setianya).

Dan konsistensi dalam menulis adalah hal yang dijunjung tinggi olehnya.

Tapi…

Pada postingan terbaru di blognya, ada pola bahasa yang tidak pernah saya temukan pada tulisan-tulisan Shiq4 sebelumnya.

Tulisannya sedang menceritakan dirinya sendiri dari sudut pandang orang ketiga.

Berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi, saya berasumsi Shiq4 mungkin sedang bereksperimen untuk menulis novel online dengan dirinya sebagai tokoh utama.

Atau sedang mencoba gaya bahasa yang belum pernah dipakainya di blog tersebut. (Shiq4 pernah bilang… kalau bisa, usahakan belajar berbagai gaya penulisan supaya pembaca tidak bosan, dan kita sebagai penulis blog pun tidak mudah jenuh).

Entahlah…

Dan saya teruskan membaca postingan yang berjudul “Jangan Malu Punya Anak Skizofrenia.”

Masih…

Saya masih bingung. Saya masih menemukan pola bahasa yang sama sekali bukan milik Shiq4.

“Ada apa ini?“

“Apakah akun-nya sedang di-hack?”

Sampai… saya tiba pada suatu kesimpulan.

Dengan jantung berdebar-debar saya mencari tulisan atau postingan atau apa pun itu yang sekiranya membenarkan kesimpulan tersebut.

Dan, dengan sangat menyesal…menemukannya.



Salam Terakhir Dariku

Assalamu’alaikum

Saya adik dari shiq ingin menyampaikan bahwa kakak kami Muhammad Liudin telah berpulang ke Rahmatulloh pada hari Minggu 15 Juli 2018.

Jika ada kata atau perbuatan yang kurang berkenan, baik sengaja ataupun tidak, mohon kelapangannya untuk bersedia memaafkan setulus hati.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari kehidupan kakak ku. Kalianlah yang paling berarti dalam kehidupan kakak ku.

Salam terakhir saya sampaikan atas nama Shiq.

Shiq4 telah tiada.

Terdiam ketika membaca tulisan tersebut berulang-ulang, tidak percaya. Dalam hati, mendoakan supaya amal ibadahnya diterima oleh Sang Pencipta.

Postingan terbaru yang menyambut saya ternyata ditulis oleh ibunda.

Siapa pun yang membaca dapat merasakan ketulusan, kerinduan yang tak terbayangkan dan keikhlasan hati melampaui apa yang terjadi.

Rasa cinta dan rindu sang bunda terhadap anaknya yang telah tiada memenuhi hati ini. Tidak terbendung dan titik-titik air pun mengaliri pipi.

Sebenarnya, saya sedang rehat sejenak dari blog ini. Ketika semangat mulai terkumpul kembali, blog Shiq4 adalah yang pertama kali saya kunjungi ketika blogwalking.

Oleh karena itu, tulisan pertama setelah masa hiatus ini saya persembahkan untuk teman-teman blogger yang mengenang Shiq4. Untuk ibunda dan keluarga yang ditinggalkan.

Dan untuk meneruskan semangat menebar manfaat dengan tulus seperti yang selama ini Shiq4 lakukan.


kasih-sayang-ibu

Di hari minggu yg cerah ini bunda hanya duduk mondar mandir di rumah, Anak” sibuk masing” ada yg bersih” ada yg nyuci, ada yg masak ,bahkan ada yg menyiapkan buku” pelajaran bsk. Nah bunda mau ngapain ya..dari pada bengong bunda ambil aja hpnya shiq4 dan bunda mulai berfikir untuk melanjutkan cerita bunda,semoga masih ada yg baca ya

Iya bunda…kami ada di sini.