Cara Membuat Infografis Keren untuk Promosi Konten

cara-membuat-infografis-keren

Konten visual adalah alat promosi yang powerful.

Dan infografis adalah salah satunya.

Trend membuktikan bahwa infografis semakin populer di kalangan content marketer beberapa tahun belakangan ini, dan belum ada tanda-tanda trend tersebut akan berubah arah.

Semakin banyak orang menggunakan infografis secara khusus untuk tujuan content marketing, karena infografis menarik secara visual dan efektif untuk disebarkan di social media.

Dan posting saya kali ini adalah tentang bagaimana membuat infografis yang menarik dan mempromosikannya.

Mari kita mulai.

Mengapa Infografis Sangat Berguna untuk Content Marketing?

Karena setiap orang haus akan informasi dan selalu ingin mendapatkannya dengan mudah dan cepat. Tapi kita tahu bagaimana rasanya mencerna informasi yang isinya teks semua.

Pusing dan membosankan. Bener kan?

Sekarang, mari kita lihat gambar berikut ini:

 

panduan membuat infografik

Sumber: Pinterest

 

Dalam 20 detik, gambar di atas menceritakan apa itu infografis!

Bagaimana data yang sebelumnya acak-acakan dan tercecer di mana-mana disatukan dan kemudian dipilah berdasarkan kategorinya.

Tapi tidak berhenti di situ, sebuah infografis yang berhasil akan berisi hal yang sangat informatif dan pada saat yang sama…sangat menarik!

Gambar tersebut di atas adalah salah contoh infografis yang menarik, sederhana dan mudah untuk dimengerti.

Orang yang menyukai dan membutuhkannya akan dengan senang hati membagikan infografis tersebut ke dalam social media atau menyertakan dalam tulisan di blog seperti yang saya lakukan saat ini.

Oleh karena itu, infografis memiliki peran penting dalam penyebaran informasi.

Kita dapat membuat infografis tentang segala hal, mulai dari cara penggunaan suatu produk sampai bagaimana alam semesta ini terbentuk.

Kebayang kan?

Dengan demikian, infografis dapat juga digunakan untuk melakukan content marketing.

Selanjutnya, saya akan sharing mengenai step-by-step membuat infografis ala blogivan.

 

Jadi, bagaimana cara untuk membuat infografis untuk promosi konten?

Berikut adalah caranya:

1. Pilih topik yang sedang hangat
2. Riset
3. Desain
4. Promosi

Ayo kita mulai!

 

Tentukan topik

Kita ingin agar infografis kita dilihat dan disukai orang. Titik!

Oleh karena itu carilah topik yang sedang hangat diperbincangkan oleh orang-orang dan sekaligus nyambung dengan bidang Anda.

Contoh…

Informasi seperti apa efek pemerintahan Trump terhadap perekonomian negara Indonesia dan sekitarnya atau apa itu tax amnesty adalah salah satu contoh topik yang cocok untuk para pemilik blog/website keuangan atau ekonomi.

Kenapa?

Karena informasi tersebut dibutuhkan oleh banyak orang, tapi bayangkan jika disampaikan hanya dalam bentuk teks.

Ada begitu banyak orang yang awam mengenai pajak dan bingung dengan istilah-istilah pajak. Infografis yang mampu menerangkan hal tersebut tanpa bertele-tele akan sangat membantu.

Coba kita lihat infografis di bawah ini:

infografis tax amnesty

Sumber: Kaskus

 

Dan berikut adalah contoh pemanfaatan infografis atas isu yang sedang hangat tersebut untuk promosi bisnis:

 

infografis tax amnesty agung pomodoro

Sumber: Kaskus

Di atas adalah contoh infografis dengan tujuannya yang berbeda.

Infografis pertama ditujukan untuk memberikan informasi bagi khalayak umum terkait tax amnesty.

Sedangkan, infografis yang kedua ditujukan untuk tujuan pemasaran. Infografis tersebut adalah contoh content marketing yang menggunakan isu yang sedang hangat untuk mencapai tujuan bisnis.

Sampai di sini masih mudeng?

Cakep!

Yuk, kita lanjut…

 

Riset dan kumpulkan data

Infografis adalah visualisasi data. Oleh karena itu, data adalah komoditi yang paling berharga dalam membuat infografis.

Data yang digali dan diolah dengan tepat akan menjadikan infografis Anda ‘berdaging’.

Data ada 2, yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat dan gambar.

Sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (contoh, skoring: baik sekali = 4, baik = 3, kurang = 2 dan tidak baik = 1).

Untuk mendapatkan data secara online Anda bisa berkunjung ke:

Sedangkan cara offline dapat dilakukan dengan membaca buku, koran, laporan keuangan bahkan interview narasumber.

Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita akan memilah dan memilih data yang sekiranya layak untuk dibuat infografis.

Dari semua data yang kita kumpulkan, mari kita proses sampai tinggal 20%-30% saja.

20% ini adalah data yang telah melewati proses pemilahan sehingga yang tinggal adalah data yang relevan, signifikan dan konsisten dengan tujuan pembuatan infografis.

Selanjutnya, kita akan mengubah data berupa angka dan kata tersebut ke dalam bentuk gambar yang menarik.

 

Desain

Kini sudah banyak website yang menyediakan software online – gratis – khusus untuk keperluan desain dan pembuatan infografis.

Website-website tersebut menyediakan template yang dapat diedit dengan mudahnya, sehingga siapa pun tanpa pengalaman desain pun dapat membuat infografis atau materi desain visual lainnya.

Kesukaan saya adalah piktochart, canva dan youzign.

Di bawah ini adalah contoh infografis yang saya buat di piktochart:

cara-membuat-infografis

Bagikan Infografis Ini di Blog Anda

Gimana? Lumayan kaan?

Nah, langkah selanjutnya adalah mempromosikan infografis Anda melalui media sosial. Kalau infografis yang Anda buat menarik dan informasi yang terkandung di dalamnya sangat dibutuhkan oleh orang banyak…siap-siap jadi viral : )

 

Promosikan Infografis Anda

Akhirnya sampai juga kita di tahap akhir pembuatan infografis.

Yap! Waktunya promosi.

Setelah susah payah dibuat, tentu infografis buatan Anda perlu dipromosikan supaya menjangkau audiens yang Anda targetkan.

Ada 3 poin penting yang bisa dilakukan untuk mempromosikan infografis:

Posting di media sosial adalah langkah yang paling mudah dan dapat dilakukan segera setelah infografis Anda selesai dibuat.

Sementara teknik promosi Embed Code Generator sebenarnya adalah membuat sebuah kode sehingga orang-orang dapat menempelkan infografis Anda di blog atau website mereka dengan mudah.

Hasilnya adalah infografis Anda tampil di blog milik orang lain, dengan link aktif menuju ke blog Anda.
(Saya menggunakan teknik ini dalam postingan ini)

Dan ada satu cara lagi. Yaitu Email Outreach.

Kumpulkan alamat email para penulis blog atau pemilik website yang kiranya membutuhkan infografis Anda, lalu kirim email perkenalan dan berlanjut terus sampai menawarkan kepada mereka untuk memasang infografis Anda pada salah satu artikel yang mereka miliki.

Memang tidak mudah. Tapi jika Anda berhasil membuat infografis yang menarik dan sangat informatif, maka teknik email outreach ini sangat mudah diukur tingkat keberhasilannya.

Anda punya pengalaman bikin infografis? Yuk, kita tukar pikiran di kolom komentar.

 

Sumber:

How to Create Infographics That Can Generate 5000 Visitors Per Month
How To Create a Popular Infographics